beranda

Selasa, 12 Juni 2012

Belajar HTML jili 2

SINTAKS

Comment
Sintaks ini digunakan untuk memberikan komentar pada baris html dan tidak akan di
eksekusi oleh browser, karena dia hanya bertugas memberikan komentar saja, di awali
dengan <-- dan ditutup dengan -->
Cth.
<!-- ini adalah komentar dan tidak akan di eksekusi -->

BR
Sintak ini untuk membuat spasi kebawah [enter] dan tak perlu ditutup, sintaksnya <br>
Cth:
saya budi<br>saya andi<br>saya coki


jadinya akan seperti dibawah ini :


HR
Sintak ini untuk membuat garis horisontal sesuai ukurannya dan tak perlu ditutup, sintaks ini
mempunyai beberapa attribut, yaitu :
Width, size, color, align
Cth.
<hr width=50% size=10 color=red>



Unordered List
Sintak ini untuk membuat bulletin, di awali dengan <ul> dan didalamnya terbentuk pilihanpilihan
buletin dengan sintaks <li></li> lalu bulletin ditutup dengan </ul>, biasanya sintaks
ini memakai attribute type, dan diantaranya bervalue square
Cth :
<ul type=”square”>
<li>ade</li>
<li>bone</li>
</ul>

Font
Sintaks ini digunakan untuk memberikan inovasi pada suatu character, diawali dengan
<font> dan ditutup dengan </font>, serta font mempunyai attribut diantaranya adalah color,
size, dan face.
Cth.
<font color=red face=cosmic size=5>karakter contoh</font>



Header
Sintak ini digunakan untuk header dari sebuah web, setiap karakter yang diberikan sintaks
ini, akan mempunyai ukuran yang berbeda dengan karakter lainnya, disini ada beberapa
header, semakin besar kecil header, akan semakin besar. Standarnya ada 6 header yaitu :
<h1 align=right>ini h1</h1>
<h2>ini h2</h2>
<h3>ini h3</h3>
<h4>ini h4</h4>
<h5>ini h5</h5>
<h6>ini h6</h6>
Dan header ini mempunyai attribut sintaks diantaranya adalah align.


Hyperlink
Sintak ini digunakan untuk membuat object menjadi sebuah link menuju object lainnya.
Cth.
<a href=http://www.google.com>www.google.com</a>
Menjadikan object sebagai link, untuk menuju ke alamat http ://www.google.com
<a href=mailto:azar_ret@yahoo.co.id>azar_ret@yahoo.co.id</a>
Menjadikan object sebagai link untuk menuju link pengiriman email
<a href=index.html>file index</a>
Menjadikan object sebagai link menuju object lain yang bernama index.html
<a href=http://www.google.com>www.google.com</a>
<a href=mailto:azar_ret@yahoo.co.id>azar_ret@yahoo.co.id</a>
<a href=index.html>file index</a>

Iframe
Sintak ini digunakan untuk memanggil object lain berupa filem atau website lain berada pada
web kita yag kita buat. Iframe juga mempunyai attribut attribut diantaranya width, height, src
dan lainnya.
Cth.
<iframe src=http://google.com></iframe>

Img
Sintak ini digunakan untuk memanggil object berupa grafik, dan mempunyai attribut attribut
diantaranya, src, width, height, alt, title.
Cth.
<img src=gambar.jpg width=100 height=50 alt=gambar title=”Jangan disentuh”></img>

Marquee
Sintak ini digunakan untuk membuat object menjadi bergerak sesuai kemauan kita. Dan
sintaks ini mempunyai attribut attribut diantaranya adalah behavior.
Cth.
<marquee behavior=alternate>ini alternate</marquee>
<marquee behavior=scroll>ini scroll</marquee>
<marquee behavior=slide>ini slide</marquee>
Paragraph
Sintak ini digunakan untuk membuat sebuah paragraph baru / alinea baru, dan sintaks ini
mempunyai beberapa attribut diantaranya adalah align.
Cth.
<p align=center>karakter</p>
<p align=left>karakter</p>

Pre
Sintak ini untuk memposisikan object secara manual, jadi akan tertulis seperti itu, ada
perbedaan antara memakai pre dan tidak memakai pre.

Bold
Sintak ini digunakan untuk menebalkan object berupa karakter, Cth.
<b>Bold</b>

Italic
Sintak ini digunakan untuk memiringkan object berupa karakter, Cth
<i>Italic</i>

Underline
Sintak ini digunakan untuk menggarisbawahi object berupa karakter, Cth.
<u>Underline</u>

Striketrough
Sintak ini digunakan untuk mencoret object berupa karakter, Cth.
<s>Striketrough</s>

Table
Sintak ini digunakan untuk membuat garis garis horizontal dan vertical sehingga akan
menjadi table. Table mempunyai beberapa sintak penunjang. <tr> dan <td>.
Cth.
<table border=1 width=100 height=50>
<tr>
<td>Table</td>
</tr>
</table>
<tr> adalah garis y / garis vertical sedangkan <td> garis x / garis horizontal
Cth
1 garis kebawah 1 garis kesamping
<table border=1>
<tr><td>a</td></tr>
</table>

1 garis kebawah 2 garis kesamping
<table border=1>
<tr><td>a</td><td>b</td></tr>
</table>

2 garis kebawah 1garis kesamping
<table border=1>
<tr><td>a</td></tr>
<tr><td>b</td></tr>
</table>
Gambar 3.24
2 garis kebawah 2 garis kesamping
<table border1>
<tr><td>a</td><td>c</td></tr>
<tr><td>b</td><td>d</td></tr>
</table>

1 kotak dikanan 2 kotak dikiri
<table border=1>
<tr><td>c</td></tr>
<tr><td>b</td><td>d</td></tr>
</table>

FORMS
Forms adalah sintaks yang digunakan untuk interaksi antara user dengan computer, sehingga
satu sama lain bisa saling berbagi informasi, dan dengan didukung oleh sintaks PHP dan
SQL (pada STUPID LOGIC PROGRAMMING II & III) maka akan menjadi sebuah
program yang mempunyai alur algoritma dengan koneksi database didalam penyimpanan
data nya. Dan disini kita akan mempelajarai basiq dari form yang nantinya akan digunakan
pada STUPID LOGIC III dengan pembahasan mengenai PHP.
Form
Sintaks ini digunakan sebagai wadah interaksi antara pengguna dengan computer dan
mempunya attribute action dan method serta name. Dimana action digunakan untuk wadah
proses kelanjutan dari method yang dilemparkan. Sedangkan method adalah bentuk dari
proses form tersebut, apakah dengan menggunakan POST didalam melempar data form, atau
menggunakan GET sehingga akan tertampil pada address bar browser.
Contoh nama file adalah index.php :
<form name=nama_form action=? action=POST>
<input type=text name=nama> <input type=submit name=submit value=Submit>
</form>



Disini kita tidak akan mempelajari method, yang diatas hanya pemahaman sedikit tentang
method dan php, namun disini kita akan mempelajari beberapa sintaks form yang akan
digunakan sebagai interaksi antara pengguna dengan computer.
<textarea name=pesan>Silahkan isi pesan didalam sini</textarea>

Digunakan sebagai input data berupa karakter / kumpulan karakter dan dalam bentuk multi
line, sehingga bisa berpindah baris [enter].
<select name=hari>
<option name=senin>Senin</option>
<option name=selasa>Selasa</option>
<option name=rabu>Rabu</option>
<option name=kamis>Kamis</option>
<option name=jumat>Jum’at</option>
<option name=sabutu>Sabtu</option>
</select>

Digunakan untuk input data berupa drop down menu, sehingga user bisa memilih dari data
yang sudah disediakan pada drop down menu tersebut.
<input type=text name=user value=azaret>

Digunakan sebagai input data berupa karakter atau kumpulan karakter.
<input type=password name=pass value=azaret>

Digunakan sebagai input data berupa karakter atau kumpulan karakter dan akan dihidden
tampilannya untuk menjaga privacy karena form ini diperuntukan untuk text password
<input type=hidden name=hide value=azaret>
Digunakan sebagai form input, namun akan dihidden (tidak akan ditampilkan pada layar
website)
<input type=checkbox name=hobby value=badminton> Badminton

Digunakan sebagai input data berupa checkbox, apabila data tersebut diceklis maka akan
bernilai 1 / true
<input type=radio name=jenis_klamin value=pria> Pria
<input type=radio name=jenis_klamin value=wanita> Wanita

Digunakan sebagai input data berupa radio button, dan sama seperti checkbox jika dipilih
maka akan bernilai 1, radio ini hanya bisa dipilih satu dari beberapa radio yang name nya
sama.
<form method="POST" enctype="multipart/form-data" action=?>
<input type="file" name="F1" size="20">
</form>

Digunakan sebagai input data berupa file, dan dalam form harus ditambahkan attribute
enctype="multipart/form-data", karena file bersifat multipart data.
<input type=submit name=submit value=Tombol>

Digunakan untuk melemparkan method disertai dengan data-data inputan lainnya menuju
proses selanjutnya yang ditentukan oleh form action
<input type=reset name=cancel value=Ulang>

Digunakan untuk mengulang / mereset semua isi dari form-form secara default.

Kamis, 07 Juni 2012

Belajar HTML Bag 1

PENGERTIAN

HTML singkatan dari Hyper Text Mark-up Language adalah bahasa yang digunakan untuk
standarisasi pada client browser untuk menampilkan data-data berupa text, gambar, music,
maupun video yang dibuat secara sedemikian rupa.
Untuk pembelajaran awal kita akan memakai editor biasa pada windows yaitu notepad, tekan
start+r maka keluar run command, lau ketikkan “notepad”. lihat gambar 1.1


Setelah itu akan keluar editor notepad dan disinilah kita akan belajar bahasa HTML secara
mudah dan simple. Lihat gambar 1.2

Untuk permulaan save terlebih dahulu menjadi nama file yang anda kehendaki dan disave
pada directory yang anda kehendaki, dan disini kita contohkan memberikan nama file
“belajar html.html” pada path “Desktop” lalu diganti extensinya dengan tipe html (*.html),
lihat gambar 1.3


Dan untuk mencobanya kita perlu memasukkan sintak-sintak yang akan kita bahas nanti,
serta untuk melihat hasilnya disini kita akan memberikan contoh simple, kita akan
memasukkan sintak font untuk mengganti warna pada huruf yang kita kehendaki.
Lihat kembali notepad lalu masukkan sintak ini : <font color=#FF0000>belajar
html</font>. Dan jangan lupa untuk segera disave dengan menekan tombol Ctrl+s pada
keyboard, lalu buka file “belajar html.html” menggunakan (open with) browser yang kita
suka, disini kita menggunakan firefox. Lihat gambar 1.4 dan 1.5


Maka outputnya akan terlihat pada browser kita, seperti gambar 1.6 dibawah ini :


PENDAHULUAN

Pada mulanya bahasa HTML diawali dengan sintaks <html> dan diakhiri dengan
penutupnya </html> seperti pada gambar 2.1


Di dalam bahasa HTML ada 2 bagian penting, yaitu
1. Header
2. Body

Header

Header adalah bagian yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah website, dimana
didalam bagian ini terdapat beberapa sintaks untuk mendeskripsikan website yang akan
dibuat. Dan didalam bagian body lah semua isi sintaks-sintaks tentang website yang akan kita
buat nantinya.


ingat pada html kita akan mengenal backslash untuk menutup sintak, hal ini digunakan untuk
tidak terjadinya kesalahan didalam penulisan, walaupun tidak semua sintaks harus ditutup.
Dalam hal ini kita akan mencoba dengan sintaks <html> dan penutupnya adalah </html>,
sintaks <head> penutupnya </head>, sintaks <body> penutupnya </body>, dan lain
sebagainya.

Didalam bagian <head> terdapat sintaks sintaks yang medeskripsikan website kita,
diantaranya :
<title>Judul Website</title>
Digunakan untuk memberikan judul dari website kita, masukkan kedalam sintaks lalu save
file kita, lalu buka kembali browser kita, dan tekan refresh, maka akan terlihat judul seperti
gambar dibawah ini :


Meta Languge

Meta language adalah bahasa untuk mendeskripsikan suatau website dan sintaks-sintaks ini
berada pada sintaks <head></head>, contohnya :

<meta name="Description" content="Muhammad Nazar Agliyono's Website" />
<meta name="Keywords" content="nazar, nazar website, belajar, design, web" />
<meta http-equiv="Content-Language" content="en-us"/>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<meta name="Distribution" content="Global" />
<meta name="Author" content="Azaret" />
<meta name="Robots" content="index,follow" />
<link rel="icon" href="icon_website.ico" type="image/x-icon">

Title

<title>Judul Website</title>
Sintak <title></title> berada didalam sintak <head></head> dan digunakan untuk
memberikan judul pada sebuah website.

Body

Body merupakan inti dari sebuah website, dimana semua data-data terkandung didalam
bagian body ini, kita akan mengenali sintaks-sintaks dan akan mempelajarinya.
<body></body> merupakan sebuah sintaks, sintaks mempunyai attribut attribut yang
memang sudah diwariskan.
<body bgcolor=”#000000”></body> didalam sintaks body terdapat attribut yang bernama
bgcolor, dan diberikan nilai #000000 (black), yang artinya bahwa setiap bagian body,
backgroundnya akan berwarna #000000 / hitam, nah sekarang kita telah mengetahui yang
mana disebut sintaks dan yang mana disebut attribut.
Ada beberapa attribut dari sintaks diantaranya :
Background untuk mengatur background menggunakan gambar
Misalnya untuk sintak body.
<body background="ground.jpg"></body>


Bgcolor untuk mengatur warna background dari object, dan berisi value kode-kode warna.
Misalnya untuk sintaks body.
<body bgcolor=#000000></body>
<body bgcolor=#FF0000></body>
<body bgcolor=#00FF00></body>
<body bgcolor=#0000FF></body>

 Align untuk mengatur posisi / paragraph dari object, berisi value left, center, right, justify
Left untuk posisi ke sebelah kiri
Center untuk posisi ke tengah
Right untuk posisi ke sebelah kanan
Justify untuk merapihkan posisi / paragraph dari bagian kanan dan kiri

Cth.
<p align=left>left</p>
<p align=center>center</p>
<p align=right>right</p>
<p align=justify>justify</p>

Size untuk mengatur ukuran object, dan berisi value dengan tipe data integer (angka), mulai
dari 1 sampai yang kita butuhkan.
Cth
<font size=1>1</font>
<font size=2>2</font>
<font size=3>3</font>
<font size=4>4</font>
<font size=5>5</font>


Color untuk mengatur warna dari object, berisikan value kode-kode warna, bisa juga dengan
langsung value warnanya.
Cth
<font color=red>red</font>
<font color=green>green</font>
<font color=blue>blue</font>
<font color=#FF0000>#FF0000</font>
<font color=#00FF00>#00FF00</font>
<font color=#0000FF>#0000FF</font>


Face untuk mengatur bentuk dari object, dalam font biasanya digunakan untuk merubah type
font, bisa times new roman, cosmic, courier new, dan lain sebagainya.
<font face=”Times New Roman”>Times New Roman</font>
<font face=Calibri>Calibri</font>
<font face=”Courier New”>Courier New</font>


Border untuk mengatur ketebalan table, berisi value berupa integer, sesuai keinginan kita.
Cth
<table border=1>
<tr>
<td>Table Border 1</td>
</tr>
</table>





Bordercolor untuk mengatur warna dari border, dan berisi value warna-warna dari kode
ataupun seacra langsung.
<table border=1 bordercolor=”#00FF00”>
<tr>
<td>Table Border 1</td>
</tr>
</table>

 


 Width untuk mengatur lebar dari object, berisi value berupa pixel ataupun persen.
Cth
<hr width=50%>
<hr width=50>


Height untuk mengatur tinggi dari object, berisi value berupa pixel ataupun persen.
Cth
<table border=1 height=50>
<tr>
<td height=50>Table Height 50</td>
</tr>
</table>

Href untuk menunjukkan sebuah alamat object baru, bisa berupa alamat situs, file, maupun
email, dan biasanya attribut ini dipakai pada sintaks hyperlink,

Src untuk menentukan sumber dari object yang ingin dipanggil, biasanya attribut ini dipakai
oleh sintaks iframe, object, ataupun img.

Title untuk memberikan judul dari object, biasanya akan tampil ketika mouse hover dari
object tersebut.
<img src=gambar.jpg titl=”Jangan disentuh”></img>

Alt untuk memberikan nama lain / pengganti dari suatu object yang tidak bisa dipanggil,
attribut ini biasanya terdapat pada sintaks img ketika object gambar yang dipanggil tidak
terpenuhi.
<img src=gambar.jpg alt=gambar></img>


 Cellspacing untuk menentukan jumlah spasi yang terdapat diantara dua buah cell, dan
pastinya attribute ini bervalue integer (angka) untuk menentukan spasi nya dan juga attribute
ini digunakan oleh sintaks table.

Cellpadding untuk mengatur jumlah spasi yang terdapat antar batas border dengan isi atau
teks didaam ell tersebut, dan bervalue integer (angka), dan attribute ini digunakan oleh
sintaks table.

Colspan untuk menghubungkan beberapa kolom menjadi 1 kolom. Dan juga attribute ini
digunakan oleh sintaks table

Rowspan untuk menghubungkan beberapa baris menjadi satu, dan attribute ini digunakan
oleh sintaks table.

Behavior untuk menggerakkan object, attribut ini biasanya berada pada sintaks marquee.
<marquee behavior=alternate></marquee>
Untuk karakter berputar / bolak-balik
<marquee behavior=scroll></marquee>
Uuntuk karakter bergerak kesisi kiri dan mengulang
<marquee behavior=slide></marquee>
Untuk karakter bergerak kesisi kiri dan berhenti

Class untuk memakai salah satu class yang sudah dibuat dari style css, hal ini memudahkan
kita untuk bisa memanfaatkan style css, karena dia mempunyai sifat pewarisan.

Id sama seperti class, mengambil dari css, namun dia lebih tinggi level diatas class.
Dan kali ini kita akan mempelajari sintaks-sintaks yang digunakan didalam bahasa html, dan
tentu bahwa inti dari websit adalah didalm body, maka kita akan membuat sintaks awal
seperti pada gambar 2.17
Gambar



Selasa, 05 Juni 2012

Belajar PHP jilid 2

SINTAKS

Comment
Sintaks ini digunakan untu keperluan komentar dalam program, sehingga tidak akan
diproses, dan akan dilewat.
Cth.
<?
//ini hanyalah komentar saja
echo “ini akan dijalankan”;
/*
Ini tidak akan dijalankan
Karena berada didalam sintaks
Komentar untuk programmer
*/
?>

Echo, Print
Echo atau print merupakan sintaks untuk menampilkan karakter atau sekumpulan carakter
baik berupa String ataupun integer ataujuga type data yang lainnya. Dan juga echo atau print
digunakan untuk menampilkan nilai dari suatu variable ataupun array.
Cth.
<?php
echo “Belajar PHP<br>Oleh Stupid Logic Programming”;
?>

Variable Array
Array adalah kumpulan dari data yang dimansukkan kedalam sebuah variable, dan nilai awal
array adalah 0.
Cth I.
<?php
$binatang[0]="kucing";
$binatang[1]="anjing";
$binatang[2]="bebek";
$binatang[3]="kodok";
$binatang[4]="angsa";
$binatang[5]="paus";
$binatang[6]="serigala";
$binatang[7]="sapi";
echo $binatang[2]. "<br>";
?>
akan tampil pada browser :
karna array $binatang[2] adalah bebek.
Cth II.
<?
$lokasi=array("jakarta", "bandung", "semarang", "surabaya", "bali");
echo $lokasi[1];
?>
Akan tampil dibrowser bandung... kenapa ?

karna pada defaultnya array berawal dari 0. Jadi kalau diperinci akan seperti ini scriptnya
$lokasi[0]="jakarta";
$lokasi[1]="bandung";
$lokasi[2]="semarang";
$lokasi[3]="surabaya";
$lokasi[4]="bali";

Penyeleksian Switch
Switch digunakan untuk membandingkan syarat dengan berbagai nilai
Cth.
<?php
$peringkat = 1;
switch ($peringkat) {
case 1 :
$pesan = "Nilai kamu bagus sekali";
break;
case 2 :
$pesan = "Nilai kamu bagus";
break;
case 3 :
$pesan = "Nilai kamu cukup bagus";
break;
default :
$pesan = "Tidak ada nilai";
}
echo $pesan;
?>
Penyeleksian If, elseif, else
if, elseif, else digunakan untuk penyeleksian dalam sebuah kondisi tertentu
Cth I.
<?php
$a=1;
$b=2;
$c=$a+$b;
if ($c==3){
echo "anda benar";
}else{
echo "anda salah";}?>
karna yang ditampilkan bila $c adalah bernilai 3 yaitu apakah hasil dari $a + $b (1+2) sama
dengan 3, maka akan tercetak anda benar. Namun jika bukan 1+2=4 maka bagian else yang
akan dijalankan yaitu “anda salah”

Cth II.
<?php
$a=3;
if ($a<5){
echo $a." kurang dari 5";
}
elseif ($a>5){
echo $a." lebih dari 5";
}else{
echo $a."sama dengan 5";
}
?>
karna $a adalah 3 dan 3 itu kurang dari 5

Looping for
for digunakan untuk melakukan proses pengulangan sampai syarat nya terpenuhi.
Cth.
contoh statement :
<?php
for ($i=0; $i<7; $i++){
echo $i; } ?>
note : $i adalah angka 0, syarat $i kurang dari 7, $i terus ditambahkan jika syaratnya
terpenuhi. jadi karna $i adalah 0 dan syaratnya kurang dari 7 maka ia akan mengulang
sampai syaratnya habis yaitu sampai angka 6, karna 6 adalah nilai terakhir yang kurang dari
angka 7.

Looping while
while digunakan untuk mengeksekusi perintah secara berulang-ulang hingga kondisi pada
while tidak terpenuhi, seperti looping for.
Cth.
<?php
$i= 0;
while ($i <= 10) {
echo "nilai i adalah ".$i. "</br>";
$i++;
}
?>
note : $i adalah angka 0, kondisi $i kurang atau sama denagan 10, $i terus ditambahkan
hingga menjadikan dirinya bernilai kurang atau samadengan 10

Looping do while
Do while digunkan untuk pengulangan sama seperti while dan for, namun cara penulisannya
saja yang berbeda, karena dia memproses perintah didalam do terlebih dahulu, lalu mengecek
syarat didalam while.
Cth.
<?
$z=0;
$input=5;
do
{
echo "z do while : ".$z++."<br>;
}
while($z <= $input);
?>
Date and time
date and time digunakan utnuk memanggil fungsi date, yang mana akan menampilkan nilainilai
waktu. Berikut beberapa variable dalam date.

* a - "am" or "pm"
* A - "AM" or "PM"
* B - Swatch Internet time
* d - day of the month, 2 digits with leading zeros; i.e. "01" to "31"
* D - day of the week, textual, 3 letters; i.e. "Fri"
* F - month, textual, long; i.e. "January"
* g - hour, 12-hour format without leading zeros; i.e. "1" to "12"
* G - hour, 24-hour format without leading zeros; i.e. "0" to "23"
* h - hour, 12-hour format; i.e. "01" to "12"
* H - hour, 24-hour format; i.e. "00" to "23"
* i - minutes; i.e. "00" to "59"
* I (capital i) - "1" if Daylight Savings Time, "0" otherwise.
* j - day of the month without leading zeros; i.e. "1" to "31"
* l (lowercase 'L') - day of the week, textual, long; i.e. "Friday"L - boolean for whether it is a
leap year; i.e. "0" or "1"
* m - month; i.e. "01" to "12"
* M - month, textual, 3 letters; i.e. "Jan"
* n - month without leading zeros; i.e. "1" to "12"
* s - seconds; i.e. "00" to "59"
* S - English ordinal suffix, textual, 2 characters; i.e. "th", "nd"
* t - number of days in the given month; i.e. "28" to "31"
* T - Timezone setting of this machine; i.e. "MDT"
* U - seconds since the epoch
* w - day of the week, numeric, i.e. "0" (Sunday) to "6" (Saturday)
* Y - year, 4 digits; i.e. "1999"
* y - year, 2 digits; i.e. "99"
* z - day of the year; i.e. "0" to "365"
* Z - timezone offset in seconds (i.e. "-43200" to "43200")

Cth I.
<?php
$waktu=date("Y-m-d");
echo $waktu;
?>

Cth II.
<?php
$waktu=date("l, j F Y");
echo $waktu;
?>

Cth III.
<?php
$waktu=date("H:i:s");
echo $waktu;
?>

Ereg
Ereg digunakan untuk mencari nilai yang sama dari suatu string, jika nilai tersebut ada maka
ereg bernilai 1, jika tidak ada maka bernilai 0.
Cth.
<?
$a=ereg ("satu","persatuan");
echo $a;
?>

akan tampil pada browser adalah : 1
karna kalimat persatuan itu terdapat kata satu. jadi ia membenarkan dan memberikan
keterangan true dengan angka 1 bila tidak ada ia akan menyalahkan dengan keterangan false
dan memberikan angka 0


Htmlentities
htmlentities digunakan untuk menghilangkan fungsi html, sehingga tidak akan tertampil pada
browser seperti adanya nilai dari bahasa html tersebut.
Cth.
<?php
$satu="<br><center>belajar php</center>";
$dua=htmlentities($satu);
echo $dua;
?>

Include
include digunakan untuk memanggil isi file lain kedalam file tersebut
Cth.
pada direktori abc terdapat 2 file yaitu satu.php dan dua.php. didalam dua.php berisi script
dibawah ini
<b>ini adalah isi dari file dua.php</b>
dan pada file satu.php berisi :
<?php
echo "ini adalah isi dari file satu.php<br>";
include ("dua.php");
?>
dan ketika kita melihat pada browser file satu.php maka akan keluar seperti ini :
Jadi seakan-akan file dua.php berada pada file satu.php
Require
require sama seperti include digunakan untuk memanggil isi file lain kedalam file tersebut
atau file ini tapi hanya memanggil satu kali pemanggilan pada saat itu.
Sintaknya :
<?
require ("namafile.php");
?>
Strlen
strlen digunakan untuk menampilkan jumlah character suatu string
Cth.
<?
$a=strlen ("pelajaran")
echo $a;
?>
yaitu ada 9 karakter pada kalimat pelajaran = p e l a j a r a n

Strtolower
strltolower digunakan untuk mengubah character suatu string menjadi huruf kecil semua
Cth.
<?php
$a=strtolower("PeLAJaRAN");
echo $a;
?>
yang tadinya ada yang berhuruf besar menjadi huruf kecil semua.

Strtoupper
strtoupper digunakan untuk mengubah character menjadi huruf besar
Cth.
<?
$a=strtoupper ("pelajaran");
echo $a;
?>
yang tadinya pelajaran berhuruf kecil semua menjadi huruf besar semua

Ucfirst
ucfirst digunakan untuk mengubah awal dari sebuah kalimat menjadi berhuruf besar
Cth.
<?
$a=ucfirst ("pelajaran");
echo $a;
?>
yang tadinya pelajaran berhuruf kecil semua sekarang P nya yang ada diawal kalimat
menjadi huruf besar

Ucwords
ucwords digunakan untuk mengubah awal dari setiap kata berhuruf besar
Cth.
<?
$a=ucwords ("pelajaran php sekarang");
echo $a;
?>
Yang tadinya berhuruf kecil semua sekarang setiap kata dari kalimat tersebut depannya
menjadi berhuruf besar

Str_replace
Digunakan untuk mengganti suatu character dari character tertentu
Cth.
<?
$str = "anggi jatras mara aaa";
$ganti = str_replace(" ", "_", $str);
echo $ganti;
?>
karna spasi " " diganti dengan underscore "_"

Substr
substr digunakan untuk memilah sebagian karakter dengan teknik pemenggalan
Cth.
<?php
$hasil=substr("123456789",0,5);
echo $hasil;
?>
karna isi $kalimat adalah 123456789 lalu diawali
dari karakter ke 0 hingga karakter yang ke 5

Md5 hash
md5 digunakan untuk men enscrypsi character menjadi kode-kode tak dikenal yang disebut
sebagai kode md5.
Cth.
<?php
$hasil=md5("admin");
echo $hasil;
?>
karna kalimat admin telah diganti dengan kode tak dikenal oleh metode md5 hash. Dan
sintaks ini biasanya digunakan untuk hash password, sehingga privacy tetap terjaga.

Rand
rand digunakan untuk memecahkan konsentrasi, / merandomkan suatu character diantara
character dalam string tersebut.
Cth.
<?
$a=rand (0, 9);
echo $a; ?>

Global Variable
Macam - macam variable global :
<?
$_SERVER['HTTP_USER_AGENT']; // mendeteksi agent / browser & OS
$_SERVER['REQUEST_URI']; // mendeteksi lokasi file yang dibuka
$_SERVER['PHP_AUTH_USER']; // mendeteksi user yang aktif
$_SERVER['HTTP_REFERER']; // mendeteksi alamat file sebelumnya
$_SERVER['HTTP_VIA']; // mendeteksi koneksi pengunjung
$_SERVER['REMOTE_ADDR']; // mendeteksi ip local
$_SERVER['HTTP_X_FORWARDED_FOR']; // mendeteksi ip proxy
echo "<br>Agent : ".$_SERVER['HTTP_USER_AGENT']; // mendeteksi agent / browser & OS
echo "<br>Aktiv link : ".$_SERVER['REQUEST_URI']; // mendeteksi lokasi file yang dibuka
echo "<br>Reff link : ".$_SERVER['HTTP_REFERER']; // mendeteksi alamat file sebelumnya
echo "<br>User : ".$_SERVER['PHP_AUTH_USER']; // mendeteksi user yang aktif
echo "<br>Via : ".$_SERVER['HTTP_VIA']; // mendeteksi koneksi pengunjung
echo "<br>Ip local :".$_SERVER['REMOTE_ADDR']; // mendeteksi ip local
echo "<br>Ip proxy".$_SERVER['HTTP_X_FORWARDED_FOR']; // mendeteksi ip proxy
?>

Belajar PHP jilid 1

PENGERTIAN

PHP singkatan dari Hypertext Preprocessor atau ada versi lainnya singkatan dari Personal
Home Page adalah bahasa yang digunakan pada serverside dan akan menjadi HTML pada
clientside. PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis object pada platform webserver.
PHP diawali dengan sintaks <?php atau <? Dan ditutup dengan sintaks ?> . Jadi sintakssintaks
PHP yang diluar sintaks tersebut akan dihiraukan / dianggap bukan dari bahasa PHP
itu sendiri karena tidak akan diproses pada serverside melainkan langsung diproses pada
clientside.

PENDAHULUAN

Sebelumnya pada STUPID LOGIC PROGRAMMING II pada pembahasan SQL, kita
telah meng-install appServ (Apache, PHP, MySQL Server). Dan pada waktu itu kita sudah
menentukan path installasinya yaitu disini pada D:\Common\AppServ

Maka kita langsung saja menuju directory tersebut.


Selanjutnya kita akan masuk kedalam folder www, folder www adalah sebauh wadah dimana
file-file PHP itu bisa dijalankan, karena folder ini sudah di setting dalam PATH sehingga
menjadi salah satu directory serverside secara local / offline.

 Dan sekarang kita buka browser dan ketikan pada address bar : http://localhost/



Maka setelah kita hapus file phpinfo.php dan index.php serta folder appserv dan cgi-bin,
maka akan tersisa folder phpMyadmin


Lalu lihat lah kembali pada browser, dan tekan tombol refresh…




 Maka hasilnya akan seperti dibawah ini


phpMyAdmin adalah folder terakhir yang kita tidak hapus pada directory www, namun yang
lainnya sudah kita hapus. Maka tampilannya seperti itu, dan sekarang kita akan membuat file
belajar.php pada folder www


Lalu kita akan edit dengan script sebagai berikut
<?php
$a = 3 ;
$b = 5 ;
$hasil = $a + $b ;
echo $a.” + “.$b.” = “.$hasil;
?>

Dan kita buka lagi browser nya, dan tekan refresh, maka akan muncul file belajar.php

Lalu klik belajar.php tersebut. Maka kita akan mendapatkan hasil dari script php yang tadi.

Sebelum kita mempelajari sintaks-sintaks dari PHP, kita akan mempelajari sedikit tentang
istilah-istilah dalam programming.

Variable
Variable adalah sebuah karakter/kumpulan dari karakter yang digunakan sebagai wadah
untuk memberikan sebuah nilai, dan variable bisa disebut sebagai alias dari sebuah nilai.
Cth.
<?
$aliasnama = “teguh” ;
echo $aliasnama ;
?>
Dari script diatas, setelah dijalankan pada browser maka akan menghasilkan kalimat Azaret
Alfonso. Dimana Azaret Alfonso adalah nilai dari $aliasnama, yang mana $aliasnama
adalah sebuah variable. Jadi secara tidak langsung akan sama seperti script dibawah ini
<?
echo “teguh” ;
?>
Variable mempunyai beberapa type data, dan mempunyai simantik (aturan penulisan bahasa
pemrograman) didalam penulisannya.
$test >>> benar
$tet123 >>> benar
$_test >>> benar
$test-123 >>> salah
$123test >>> salah

Type Data
1. Char (Character) adalah sebuah type data yang bernilai karakter, hanya satu karakter
“a-z” / “A-Z” dimana dihampit oleh singlequote “ ‘ “. Cth $char = ‘D’;
2. String adalah sebuah type data yang bernilai kumpulan dari character dan symbolsimbol
lainnya. Dan dihampit oleh doublequote “ “ “. Cth $nama = “Azaret
Alfonso”;
3. Integer (angka) adalah sebuah type data yang bernilai angka-angka yang digunakan
untuk diproses, dalam proses aritmatika ataupun yang lainnya. Dan integer tidak
didalam sebuah singleqoute ataupun doublequote karena integer akan diproses. Cth
$int = 4 ; namun jika penulisannya $int = “4”; maka tidak akan diproses melainkan
hanya akan tercetak.
4. Double (pecahan) adalah sebuah type data yang bernilai pecahan, dan akan diproses
ketika pemrograman dijalankan. Cth $double = 2.0 ;
5. Boolean adalah sebuah type data yang bernilai true atau false , dalam hal lain juga
biasa dipetakan dengan angka 1 berarti true dan 0 berarti false . Cth $bool = true ;

Kamis, 19 April 2012

Inheritance & Polimorfisme

Pewarisan / Inheritance
Pengertian
Inheritance (pewarisan) proses pewarisan data dan method dari suatu
kelas kepada kelas lain.
Pewarisan bersifat menyeluruh
Semua data dan method milik kelas asalnya diturunkan ke kelas baru.
Kelas yang mewariskan Super Class atau Kelas Induk
Kelas yang diwariskan Sub Class atau Kelas Anak
Misal :
kelas B adalah kelas anak dari kelas A, maka sifat sifat dari kelas A
otomatis akan dimiliki juga oleh kelas B.
Jika kelas induk merupakan turunan dari kelas lain, maka data dan method
yang berasal dari kelas tersebut akan ikut diwariskan pula kepada kelas
anaknya.
Contoh :
o Kelas C adalah kelas anak dari kelas B
o Kelas B merupakan kelas anak dari kelas A.
o Maka sifat sifat yang diwariskan kelas A ke kelas B juga akan
diwariskan ke kelas C.
Keyword untuk pewarisan : extends
 
Contoh Program
class Induk {
private String var1; //hak akses private berarti tidak dapat diakses oleh kls
anak
public int var2; //hak akses public berarti dapat diakses oleh kls anak
//konstruktor
Induk (){
}
//method
public void cetakData() {
}
}
class Anak extends Induk{
private String dataAnak; //variabel
//konstruktor
Anak () {
}
public void cetak() {
cetakData();//method milik Induk
// ada jg yang memanggil dgn super.cetakData()
}
}
class DemoPewarisan {
public static void main(String args[]) {
Anak anak = new Anak();
anak.cetak();
anak.cetakData();
System.out.println("Demo Pewarisan");
System.out.println("isi var 2="+anak.var2);
}
}

Output Program:
C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>javac
DemoPewarisan.java
C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>java DemoPewarisan
Demo Pewarisan
isi var 2=0


Polimorfisme
Polimorfisme sesuatu yang memiliki banyak bentuk.
Dalam pemrograman, polimorfisme dapat diartikan sebagai modul yang
memiliki nama sama, namun memiliki behaviour (tingkah laku) yang berbeda
sehingga listing code implementasinya juga berbeda

Contoh Program
class Hewan {
private String jenis;
private int kaki;
Hewan (){
}
Hewan (String jenis, int kaki){
this.jenis = jenis;
this.kaki = kaki;
}
public void bersuara() {
System.out.print("suara hewan "+jenis+" berkaki"+kaki);
}
}
class Anjing extends Hewan {
Anjing() {
super();
}
public void bersuara() { //overriding method
System.out.println("guk guk guk....");
}
}
class Kucing extends Hewan {
Kucing(String jenis, int kaki) {
super(jenis, kaki);
}
public void bersuara() { //overriding method
super.bersuara();
System.out.println( miaowwww....");
}
}
class DemoPoli {
public static void main(String args[]) {
Anjing doggy = new Anjing();
Kucing tom = new Kucing("Kucing", 4);
doggy.bersuara();
tom.bersuara();
}}


Output Program
C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>javac DemoPoli.java
C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>java DemoPoli
guk guk guk....
suara hewan Kucing berkaki 4 miaowwww....

Kamis, 12 April 2012

Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?

Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?

subnetrouter2.JPGSetelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
REFERENSI
  1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
  2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
  3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.